04:48 - Senin 26 Februari, 2018

Meningkatnya Kopi Disebabkan Oleh Perubahan Gaya Hidup

Mei 30, 2016 240 Viewed Bisma Kurniawan
perubahan gaya hidup kopi

GALAXY.CO.ID – Saleh Husin, Menteri Perindustrian menyatakan meningkatnya industri pengolahan kopi disebabkan adanya perubahan gaya hidup masyarakat serta pertumbuhan kelas menengah di Indonesia membuat kinerja semakin meningkat signifikan. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat mengunjungi pabrik kopi olahan PT Santos Jaya Abadi yang terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Perubahan gaya hidup akan mendorong volume serta pola konsumsi. Pemilik pabrik kopi harus terus meluncurkan produk terbarunya. Dalam hal ini, petani dan pengolah kopi yang untung. Sedangkan konsumen seperti dimanjakan karena banyaknya pilihan,” jelas Saleh Husin.

Peningkatan yang dihasilkan oleh produksi olahan kopi di dalam negeri sudah mencapai sekitar tuhuh persen per tahunnya, sedangkan untuk penjualan ke pasar luar negeri, ekspor produk olahan kopi mendapat hasil positif pada tahun 2015. Hasil ekspornya mencapai US$ 356,79 juta, naik 8 persen dari tahun 2014 lalu.

Baca Juga:  Kebijakan Tax Amnesty Beri Keuntungan Bagi BUKU I dan II

Ekspor produk kopi olahan tersebut didominasi oleh produk kopi instan, esens, ekstrak dan konsentrat kopi yang sudah menyebar di beberapa negara, yaitu Thailand, Malaysia, China, Uni Emirat Arab dan Singapura.

Menurut survei, Indonesia sendiri menjadi negara penghasil kopi terbesar nomor empat di dunia setelah Brasil, Kolombia dan Vietnam yang rata-rata produksinya adalah sebesar 685 ribu ton pertahun atau setara dengan 8,9 persen dari produksi kopi di dunia.

Perubahan gaya hidup di era modern ini, banyak juga yang memberi apresiasi kepada para barista dan pemilik kedai kopi dari yang menengah sampai yang besar dengan kreativitasnya untuk melahirkan menu-menu baru tentang kopi.

Baca Juga:  Upaya Pemerintah Dalam Mengendalikan Inflasi di Bulan Puasa

“Kopi di tangan anak muda menjadi industri kreatif. Mulai dari produk sampai iklan dan desain kafe, semua menjadi bernuansa segar dan muda. Saya merasa salut terhadap barista yang telah menyajikan menu kopi berbasis kopi khas Indonesia karena dengan begitu mereka juga turut mempromosikan kopi Tanah air,” ungkap Saleh.

Selain itu, produk kopi olahan akan dikenakan tarif bea masuk dari 5 persen menjadi 20 persen, hal ini bertujuan untuk memberikan iklim usaha kondusif bagi industri produk pengolahan kopi di Indonesia.

Filed in
Related posts
Your comment?
Leave a Reply